Minggu, 30 Mei 2021
Minggu, 23 Mei 2021
Hadits Tentang Rukun Islam
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.
Berikut ini adalah Hadits tentang rukun Islam yang lima
klik kanan gambarnya, lalu pilih save image as, tentukan tempat penyimpanannya, lalu klik save.
Sabtu, 22 Mei 2021
Hadits Larangan Berdusta atas nama Nabi ﷺ
Cara mendownload filenya :
klik kanan gambarnya, lalu pilih save image as, tentukan tempat penyimpanannya, lalu klik save.
Jumat, 21 Mei 2021
Biografi Tengku Zulkarnain
K.H. Tengku Zulkarnain adalah ulama yang sangat gigih dalam dakwahnya. Beliau lahir di Medan, Sumatra Utara, 14 Agustus 1963.
Beliau adalah ulama berdarah Melayu Deli dan Riau. Ayahnya Tengku Rafiuddin Saudin masih kerabat Kesultanan Serdang dan ibunya Anisah Usy, putri seorang tokoh agama di Riau
Ia pernah menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2015-2020.
Selain di MUI, Ustadz Tengku juga aktif sebagai Ketua Majelis Fatwa untuk PP Mathla'ul Anwar, sebuah organisasi yang berfokus pada pendidikan Islam.
Wakil Ketua Umum MUI KH. Anwar Abbas, menuturkan bahwa saat masih muda Tengku Zulkarnain sangat pandai bernyayi dan bermain musik.
Namun, karena ketertarikannya dengan dakwah islam, beliau meninggalkan dunia seni itu.
Beliau kerap menyampaikan dakwah sampai ke tempat-tempat terpencil di tanah air bahkan sampai ke luar negeri.
Beliau adalah pribadi yang tegas dan lugas dalam menyampaikan dakwah. Oleh karena itu, banyak yang senang namun ada juga sebagian orang yang tidak menyukai.
Di media sosial, beliau kerap mendapat cacian dari para pembencinya. Namun itulah resiko dakwah yang juga dialami oleh para Nabi dan Rasul.
Menurut berita yang beredar di banyak media, Tengku Zulkarnain meninggal dunia saat dalam perawatan karena terpapar Covid-19 di RS Tabrani, Pekanbaru.
Beliau meninggal dunia di bulan Ramadhan pada Hari Senin, 10 Mei 2021, sekitar waktu Maghrib (buka Puasa).
Semoga Allah SWT Menerima amal ibadah, ampuni dosa, dan meridhai perjuangan dakwah beliau.
Silsilah Nasab Habib Rizieq Syihab
Nama lengkap beliau adalah Muhammad Rizieq bin Hussein Shihab, Lc., M.A., DPMSS. Silsilah lengkap Habib Rizieq Shihab (HRS) akhirnya terungkap. Ustadz Ahmad Alatas, Ketua Lembaga Pencatatan Nasab Makhtab Addaimi, Rabithah Alawiyah, menegaskan
Bahwa Habib Rizieq benar-benar masih keturunan Nabi Muhammad SAW dengan menunjukan silsilah beliau berdasarkan pada sebuah berkas pencatatan.
Beliau mengatakan, memang benar Habib Rizieq Syihab merupakan salah satu keturunan Nabi Muhammad SAW.
Menurut beliau, hanya orang-orang yang tidak mengetahui riwayat itulah yang meragukan garis keturunan Habib Rizieq.
Beliau menegaskan kembali, bahwa Habib Rizieq adalah generasi ke-39 Nabi Muhammad SAW. Jika diurut sampai ke Fatimah Az Zahra, maka Habib Rizieq merupakan keturunan ke-38.
Menurut Ketua Umum Rabithah Alawiyah Habib Zein bin Umar Smith, nasab Habib Rizieq ke Baginda Nabi Muhammad SAW sangatlah jelas.
Habib Rizieq berasal dari Qabilah (marga) Bin Shihab (sebagian menyebutkan Bin Shahab atau Bin Shihabuddin).
"Marga Shihabuddin dikenal sejak dulu sebagai ahli ilmu dan ulama besar, serta punya keluasan ilmu pengetahuan pada tiap zamannya. Sampai kini marga Bin Shihab kebanyakan para intelektual di bidangnya masing-masing," tutur Habib Zein.
Silsilah Habib Rizieq dapat diketahui dari dokumen Maktab Daimi Rabithah Alawiyah yang diterbitkan 8 September 2003 dengan nomor ID nasab 19176.
Dalam dokumen itu, silsilah nasab Habib Rizieq diambil dari "Syajarah Assadah Al Asyraf Al Alawiyyin" Juz 2 Halaman 236.
- Muhammad SAW bin Abdullah
- Fatimah Az Zahra AS binti Muhammad SAW
- Al Husein AS bin Fatimah
- Ali Zainal Abidin AS bin Al Husein AS
- Muhammad al-Baqir AS bin Ali Zainal Abidin AS
- Jafar Ash Shadiq AS bin Muhammad Al Baqir
- Ali Uraidhy bin Jafar
- Muhammad an Nagieb
- Isa Arrumi
- Ahmad Almuhajir
- Ubaidillah
- Alwi Alawiyyin
- Muhammad bin Alwi
- Alwi bin Muhammad
- Ali (khali' qasam)
- Muhammad (Shohib Marbath)
- Ali bin Muhammad
- Muhammad (Al Faqih Al Muqoddam)
- Alwi (Al Ghayyur)
- Ali bin Alwi
- Muhammad (Al Mauladawilah)
- Abdurrahman (Assegaf)
- Syaikh Abubakar (Assakran)
- Ali (Shohib Al Wirid Al Al Sakran)
- Abdurrahman bin Ali
- Syahabudin (Al Akbar)
- Abdurrahman (Al Qhodi) (2/190)
- Syahabudin (Al Asghor) (2/212)
- Muhammad (2/212) bin Syahabudin
- Ali bin Muhammad
- Muhammad bin Ali (2/221)
- Syaich bin Muhammad
- Muhammad bin Syaich
- Husein bin Muhammad
- Abdullah bin Muhammad
- Husein bin Abdullah
- Muhammad bin Abdullah
- Husein Shihab bin Muhammad
- Muhammad Rizieq
https://telisik.id/news/habib-rizieq-shihab-keturunan-nabi-muhammad-ini-silsilahnya
https://news.detik.com/berita/d-5249967/silsilah-habib-rizieq-shihab
https://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad_Rizieq_Shihab
https://rri.co.id/nasional/peristiwa/929239/mengungkap-kebenaran-habib-rizieq-keturunan-nabi-muhammad
https://nasional.okezone.com/read/2020/11/19/337/2312575/rabithah-alawiyah-pastikan-habib-rizieq-keturunan-rasulullah-berikut-silsilahnya
https://jakarta.suara.com/read/2020/11/13/140854/ini-silsilah-lengkap-habib-rizieq-shihab-sampai-nabi-muhammad-saw?page=all
Kamis, 20 Mei 2021
Nama-nama asli Walisongo
https://youtu.be/iun0sqGwD4o
BIOGRAFI
DAN STRATEGI DAKWAH
SUNAN
DRAJAT
Nama kecil Sunan Drajat adalah Raden Qasim,
kemudian mendapat gelar Raden Syarifudin. Sunan Drajat diperkirakan lahir pada
tahun 1470 Masehi. Dia adalah putra dari Sunan Ampel yang terkenal karena kecerdasannya,
dan ia merupakan adik dari Sunan Bonang.
Raden Qasim memperoleh ilmu keislaman
langsung dari ayahnya, Sunan Ampel, yang memimpin pondok pesantren Ampeldenta,
Surabaya. Setelah beranjak remaja, Raden Qasim merantau ke Cirebon untuk
berguru kepada Sunan Gunung Jati.
Ia menyebarkan agama Islam di Desa Drajat di
Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. Di sana ia mendirikan pesantren Dalem
Duwur. Tempat ini diberikan oleh Kerajaan Demak.
Sebagai penghargaan atas keberhasilannya
menyebarkan agama Islam dan usahanya menanggulangi kemiskinan dengan
menciptakan kehidupan yang makmur bagi warganya, ia memperoleh gelar Sunan
Mayang Madu dari Raden Patah, Sultan Demak pada tahun 1520
Pada 1522 M, Raden Qasim atau Sunan Drajat
tutup usia. Makamnya terletak di Desa Drajat, Paciran, Lamongan, Jawa Timur.
Salah satu ajaran Sunan Drajat yang terkenal
adalah Pepali Pitu atau 7 Dasar Ajaran yang dijadikan oleh masyarakat sebagai
pijakan dalam kehidupan sehari-hari.
Pepali pitu :
1.
Memangun resep tyasing sasama (Membuat
senang hati orang lain).
2.
roning suka kudu eling lan
waspada (Dalam suasana gembira, hendaknya tetap ingat Tuhan dan selalu
waspada).
3.
Laksitaning subrata tan nyipa
marang pringga bayaning lampah (Dalam mencapai cita-cita luhur, jangan
menghiraukan halangan dan rintangan).
4.
Meper hardaning pancadriya
(Senantiasa berjuang untuk menekan hawa nafsu duniawi).
5.
Heneng-Hening-Henung (Dalam diam
akan dicapai keheningan, dalam hening
akan dicapai jalan kebebasan mulia).
6.
Mulya guna panca waktu
(Pencapaian kemuliaan lahir batin
dicapai dengan menjalani salat lima waktu).
7.
Menehono teken marang wong kang
wuto. Menehono mangan marang wong kang luwe. Menehono busana marang wong kang
wuda. Menehono pangiyup marang wong kang kaudanan (Berikan tongkat kepada orang
buta. Berikan makan kepada orang lapar. Berikan pakaian kepada orang tak
berpakaian. Berikan tempat berteduh kepada orang kehujanan).
Sumber :
·
Sejarah Kebudayaan Islam Untuk
Madrasah Aliyah Kelas XII /Kementerian Agama,- Jakarta : Kementerian Agama
2019.
·
tirto.id
·
wikipedia
Sejarah Palestina
Telah 26 hari berlalu semenjak konflik antara Palestina dan Israel memasuki babak baru yang lebih parah. Banyak warga sipil yang menjadi...
-
Untuk Melihat Videonya di kanal Youtube Saung Ilmu silakan klik link di bawah ini : https://www.youtube.com/watch?v=YTOi6RNu-4E Untuk meliha...
-
Berikut ini contoh khutbah kedua yang biasa dibaca oleh khotib file gambar (jpg) untuk mendownloadnya klik kanan pada gambar tsb lalu pili...
-
Untuk melihat videonya di channel Youtube https://www.youtube.com/watch?v=xSO4xaGUb4Q video khutbah lainnya https://www.youtube.com/channe...


