Minggu, 23 Mei 2021

Hadits Tentang Rukun Islam

 Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Berikut ini adalah Hadits tentang rukun Islam yang lima

Islam dibangun diatas lima perkara



Ibnu Umar ra. Meriwayatkan, Rasulullah ﷺ  bersabda: “Islam dibangun di atas lima perkara, yaitu bersaksi bahwa tiada Ilah (yang berhak diibadahi) selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan sholat, menunaikan zakat, haji, dan berpuasa Ramadhan.

HR Bukhori Kitab “Iman” (2) Bab Doa Kalian Bagian dari Iman Kalian (2) )


Cara  mendownload filenya :
klik kanan gambarnya, lalu pilih save image as, tentukan tempat penyimpanannya, lalu klik save.

semoga bermanfaat

Sabtu, 22 Mei 2021

Hadits Larangan Berdusta atas nama Nabi ﷺ

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

berikut ini adalah Hadits Larangan Berdusta atas nama Nabi ﷺ




Anas ra. berkata,”Yang menghalangiku untuk banyak meriwayatkan hadits kepada kalian adalah karena Nabi ﷺpernah bersabda; “Barangsiapa yang sengaja berdusta atas namaku maka hendaklah ia menempati tempatnya di neraka”


Cara  mendownload filenya :
klik kanan gambarnya, lalu pilih save image as, tentukan tempat penyimpanannya, lalu klik save.

semoga bermanfaat




Jumat, 21 Mei 2021

Biografi Tengku Zulkarnain

 



K.H. Tengku Zulkarnain adalah ulama yang sangat gigih dalam dakwahnya. Beliau lahir di Medan, Sumatra Utara, 14 Agustus 1963. 

Beliau adalah ulama berdarah Melayu Deli dan Riau. Ayahnya Tengku Rafiuddin Saudin masih kerabat Kesultanan Serdang dan ibunya Anisah Usy, putri seorang tokoh agama di Riau

Ia pernah menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2015-2020.

Selain di MUI, Ustadz Tengku juga aktif sebagai Ketua Majelis Fatwa untuk PP Mathla'ul Anwar, sebuah organisasi yang berfokus pada pendidikan Islam.

Wakil Ketua Umum MUI KH. Anwar Abbas, menuturkan bahwa saat masih muda Tengku Zulkarnain sangat pandai bernyayi dan bermain musik. 

Namun, karena ketertarikannya dengan dakwah islam, beliau meninggalkan dunia seni itu.

Beliau kerap menyampaikan dakwah sampai ke tempat-tempat terpencil di tanah air bahkan sampai ke luar negeri. 

Beliau adalah pribadi yang tegas dan lugas dalam menyampaikan dakwah. Oleh karena itu, banyak yang senang namun ada juga sebagian orang yang tidak menyukai.

Di media sosial, beliau kerap mendapat cacian dari para pembencinya. Namun itulah resiko dakwah yang juga dialami oleh para Nabi dan Rasul.

Menurut berita yang beredar di banyak media, Tengku Zulkarnain meninggal dunia saat dalam perawatan karena terpapar Covid-19 di RS Tabrani, Pekanbaru.

Beliau meninggal dunia di bulan Ramadhan pada Hari Senin, 10 Mei 2021, sekitar waktu Maghrib (buka Puasa). 

Semoga Allah SWT Menerima amal ibadah, ampuni dosa, dan meridhai perjuangan dakwah beliau. 


Silsilah Nasab Habib Rizieq Syihab



Nama lengkap beliau adalah Muhammad Rizieq bin Hussein Shihab, Lc., M.A., DPMSS. Silsilah lengkap Habib Rizieq Shihab (HRS) akhirnya terungkap. Ustadz Ahmad Alatas, Ketua Lembaga Pencatatan Nasab Makhtab Addaimi, Rabithah Alawiyah, menegaskan

Bahwa Habib Rizieq benar-benar masih keturunan Nabi Muhammad SAW dengan menunjukan silsilah beliau berdasarkan pada sebuah berkas pencatatan.

Beliau mengatakan, memang benar Habib Rizieq Syihab merupakan salah satu keturunan Nabi Muhammad SAW. 

Menurut beliau, hanya orang-orang yang tidak mengetahui riwayat itulah yang meragukan garis keturunan Habib Rizieq.

Beliau menegaskan kembali, bahwa Habib Rizieq adalah generasi ke-39 Nabi Muhammad SAW. Jika diurut sampai ke Fatimah Az Zahra, maka Habib Rizieq merupakan keturunan ke-38.


Menurut Ketua Umum Rabithah Alawiyah Habib Zein bin Umar Smith, nasab Habib Rizieq ke Baginda Nabi Muhammad SAW sangatlah jelas. 

Habib Rizieq berasal dari Qabilah (marga) Bin Shihab (sebagian menyebutkan Bin Shahab atau Bin Shihabuddin).

"Marga Shihabuddin dikenal sejak dulu sebagai ahli ilmu dan ulama besar, serta punya keluasan ilmu pengetahuan pada tiap zamannya. Sampai kini marga Bin Shihab kebanyakan para intelektual di bidangnya masing-masing," tutur Habib Zein.

Silsilah Habib Rizieq dapat diketahui dari dokumen Maktab Daimi Rabithah Alawiyah yang diterbitkan 8 September 2003 dengan nomor ID nasab 19176. 

Dalam dokumen itu, silsilah nasab Habib Rizieq diambil dari "Syajarah Assadah Al Asyraf Al Alawiyyin" Juz 2 Halaman 236. 

  1.     Muhammad SAW bin Abdullah
  2.     Fatimah Az Zahra AS binti Muhammad SAW
  3.    Al Husein AS bin Fatimah
  4.     Ali Zainal Abidin AS bin Al Husein AS
  5.    Muhammad al-Baqir AS bin Ali Zainal Abidin AS
  6.    Jafar Ash Shadiq AS bin Muhammad Al Baqir
  7.     Ali Uraidhy bin Jafar
  8.     Muhammad an Nagieb
  9.     Isa Arrumi
  10.    Ahmad Almuhajir
  11.    Ubaidillah
  12.    Alwi Alawiyyin
  13.   Muhammad bin Alwi
  14.    Alwi bin Muhammad
  15.  Ali (khali' qasam)
  16.  Muhammad (Shohib Marbath)
  17.    Ali bin Muhammad
  18.   Muhammad (Al Faqih Al Muqoddam)
  19.    Alwi (Al Ghayyur)
  20.    Ali bin Alwi
  21.    Muhammad (Al Mauladawilah)
  22.    Abdurrahman (Assegaf)
  23.    Syaikh Abubakar (Assakran)
  24.   Ali (Shohib Al Wirid Al Al Sakran)
  25.    Abdurrahman bin Ali
  26.    Syahabudin (Al Akbar)
  27.    Abdurrahman (Al Qhodi) (2/190)
  28.   Syahabudin (Al Asghor) (2/212)
  29.    Muhammad (2/212) bin Syahabudin
  30.    Ali bin Muhammad
  31.    Muhammad bin Ali (2/221)
  32.   Syaich bin Muhammad
  33.   Muhammad bin Syaich
  34.    Husein bin Muhammad
  35.    Abdullah bin Muhammad
  36.    Husein bin Abdullah
  37.    Muhammad bin Abdullah
  38.   Husein Shihab bin Muhammad
  39.   Muhammad Rizieq 


sumber referensi :

https://telisik.id/news/habib-rizieq-shihab-keturunan-nabi-muhammad-ini-silsilahnya

https://news.detik.com/berita/d-5249967/silsilah-habib-rizieq-shihab

https://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad_Rizieq_Shihab

https://rri.co.id/nasional/peristiwa/929239/mengungkap-kebenaran-habib-rizieq-keturunan-nabi-muhammad

https://nasional.okezone.com/read/2020/11/19/337/2312575/rabithah-alawiyah-pastikan-habib-rizieq-keturunan-rasulullah-berikut-silsilahnya

https://jakarta.suara.com/read/2020/11/13/140854/ini-silsilah-lengkap-habib-rizieq-shihab-sampai-nabi-muhammad-saw?page=all



Kamis, 20 Mei 2021

Nama-nama asli Walisongo

 




Lihat video lengkapnya di sini
https://youtu.be/iun0sqGwD4o


Pada abad ke-14 di tanah Jawa, dikenal sembilan penyebar agama Islam yang terkenal dengan sebutan Wali Songo (sembilan wali). 
Sembilan wali itu tinggal di beberapa daerah penting di sekitar pantai utara Jawa. 
Strategi dakwah yang digunakan Wali Songo amat bervariasi, tergantung wilayah dan kondisi masyarakatnya. 
Sebagian besar dari para penyebar Islam ini beradaptasi dengan luwes agar penyampaian Islamnya diterima masyarakat. 
Penamaan Wali Songo sering kali dilekatkan dengan wilayah dakwahnya. Akibatnya, sebagian besar masyarakat tidak mengenal nama-nama asli mereka.


 




BIOGRAFI DAN STRATEGI DAKWAH

SUNAN DRAJAT

 

Nama kecil Sunan Drajat adalah Raden Qasim, kemudian mendapat gelar Raden Syarifudin. Sunan Drajat diperkirakan lahir pada tahun 1470 Masehi. Dia adalah putra dari Sunan Ampel yang terkenal karena kecerdasannya, dan ia merupakan adik dari Sunan Bonang.

Raden Qasim memperoleh ilmu keislaman langsung dari ayahnya, Sunan Ampel, yang memimpin pondok pesantren Ampeldenta, Surabaya. Setelah beranjak remaja, Raden Qasim merantau ke Cirebon untuk berguru kepada Sunan Gunung Jati.

Ia menyebarkan agama Islam di Desa Drajat di Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. Di sana ia mendirikan pesantren Dalem Duwur. Tempat ini diberikan oleh Kerajaan Demak.

Sebagai penghargaan atas keberha­silannya menyebarkan agama Islam dan usahanya menanggulangi kemiskinan dengan menciptakan kehidupan yang makmur bagi warganya, ia memperoleh gelar Sunan Mayang Madu dari Raden Patah, Sultan Demak pada tahun 1520

Pada 1522 M, Raden Qasim atau Sunan Drajat tutup usia. Makamnya terletak di Desa Drajat, Paciran, Lamongan, Jawa Timur.

Salah satu ajaran Sunan Drajat yang terkenal adalah Pepali Pitu atau 7 Dasar Ajaran yang dijadikan oleh masyarakat sebagai pijakan dalam kehidupan sehari-hari.

Pepali pitu :

1.      Memangun resep tyasing sasama (Membuat senang hati orang lain).

2.      roning suka kudu eling lan waspada (Dalam suasana gembira, hendaknya tetap ingat Tuhan dan selalu waspada).

3.      Laksitaning subrata tan nyipa marang pringga bayaning lampah (Dalam mencapai cita-cita luhur, jangan menghiraukan halangan dan rintangan).

4.      Meper hardaning pancadriya (Senantiasa berjuang untuk menekan hawa nafsu duniawi).

5.      Heneng-Hening-Henung (Dalam diam akan dicapai keheningan, dalam hening  akan dicapai jalan kebebasan mulia).

6.      Mulya guna panca waktu (Pencapaian kemuliaan lahir batin  dicapai dengan menjalani salat lima waktu).

7.      Menehono teken marang wong kang wuto. Menehono mangan marang wong kang luwe. Menehono busana marang wong kang wuda. Menehono pangiyup marang wong kang kaudanan (Berikan tongkat kepada orang buta. Berikan makan kepada orang lapar. Berikan pakaian kepada orang tak berpakaian. Berikan tempat berteduh kepada orang kehujanan).

 

Sumber :

·         Sejarah Kebudayaan Islam Untuk Madrasah Aliyah Kelas XII /Kementerian Agama,- Jakarta : Kementerian Agama 2019.

·         tirto.id

·         wikipedia

 

Sejarah Palestina

Telah 26 hari berlalu semenjak konflik antara   Palestina dan Israel   memasuki babak baru yang lebih parah. Banyak warga sipil yang menjadi...